Black garlic atau bawang hitam adalah hasil fermentasi bawang putih (Allium sativum) pada suhu dan kelembapan tertentu selama beberapa minggu hingga bulan. Proses ini mengubah senyawa allicin menjadi S-Allylcysteine (SAC)—antioksidan larut air yang lebih mudah diserap tubuh.
1. Antioksidan Super Tinggi
Kandungan antioksidan black garlic bisa 10× lebih tinggi dari bawang putih segar. Antioksidan ini melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Mendukung Kesehatan Jantung
Berbagai studi menunjukkan black garlic dapat membantu menurunkan kadar LDL ("kolesterol jahat") dan trigliserida, sekaligus meningkatkan HDL.
3. Mengontrol Gula Darah
Penelitian pada penderita diabetes tipe 2 menunjukkan konsumsi rutin black garlic dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah puasa.
4. Meningkatkan Imunitas
SAC dan senyawa polifenol dalam black garlic menstimulasi produksi sel NK (Natural Killer) yang melawan virus dan sel kanker.
5. Anti-Inflamasi
Peradangan kronis adalah akar dari berbagai penyakit degeneratif. Black garlic mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat membantu meredamnya.
6. Melindungi Fungsi Otak
Studi in vitro menunjukkan SAC dapat melindungi neuron dari kerusakan oksidatif, berpotensi membantu pencegahan Alzheimer.
7. Mudah Dicerna
Berbeda dengan bawang putih mentah yang bisa mengiritasi lambung, black garlic lebih lembut dan aman untuk saluran cerna.